Dahsyat!!! Pelajar Se Kota Padang Sidimpuan hadiri Seminar Meraih Masa Depan Cemerlang Bersama Bimbel Adzkia STAN.

Dahsyat!!! Pelajar Se Kota Padang Sidimpuan hadiri Seminar Meraih Masa Depan Cemerlang Bersama Bimbel Adzkia STAN.

Kami sangat senang seluruh peserta antusias sekali mengikuti acara ini. Demikian ungkap Bapak Uus Soemantri S.Pdi selaku ketua panitia saat diwanwancari oleh reporter kami.

Acara ini diadakan di Aula IPTS Padang Sidimpuan pada minggu (25/02). Agenda utama pada acara ini adalah penyampaian informasi yang benar tentang kampus PKN STAN. Panitia juga berhasil mengundang pembicara nasional H Muhammad Ramli S.T.,M.Si.,CH.,CHt.,LMNLP,CHA,CBHA., sebagai nara sumber utama acara pada hari ini. Beliau mengawali acara dengan mengingatkan peserta agar serius menyiapkan masa depan demi membahagiakan kedua orang tua yang semakin menua dan akan membutuhkan anak anaknya di masa tua kelak.

Kehadiran Bimbel AdzkiaSTAN di kota Padang Sidimpuan sangat membantu sekali karena bimbel ini fokus meluluskan siswanya ke berbagai sekolah kedinasan seperti PKN STAN, STIS, IPDN, STSN, Akmil dan Akpol. Sekolah tinggi ini adalah sekolah ikatan dinas dimana saat mahasiswanya selesai kuliah di sekolah kedinasan ini mereka diangkat menjadi PNS sehingga tidak perlu lagi melamar kerja dimana mana.

Disaat jutaan lulusan sarjana dari PTN maupun PTS menganggur saat ini, PKN STAN menjadi solusi terbaik bagi para lulusan SMA seserajat.
Demikian analis Hariyanto S.E., S.Pd., M.Si. selaku koordinator Bimbel Adzkia STAN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Dari analis inilah Bimbel Adzkia STAN Padang Sidimpuan menginisiasi acara seminar ini. Dengah harapan pelajar di Kota Padang Sidimpuan bisa dengan bijak memilih tempat kuliah nantinya.
Muhammad Ramli yang pernah menjabat sebagai dosen PKN STAN ini juga mengungkapkan mengantisipasi era MEA ini dimana Indonesia akan diserbu oleh pekerja lainnya dari negara negara ASEAN.

Pada akhir acara diadakan juga uji latih pengenalan soal USM PKN STAN, sekaligus dipaparkan melalui layar penayang cara cepat menjawab soal tersebut dalam hitungan detik oleh Hariyanto S.E., S.Pd., M.Si., yang merupakan koordinator Bimbel Adzkia STAN wilayah Sumbagut sekaligus sebagai pengajar senior Bimbel Adzkia STAN yang berhasil meluluskan ribuan siswa ke sekolah kedinasan.

Ungkap Uus Soematri S.Pdi, Bimbel Adzkia STAN Padang Sidimpuan juga menyediakan pogram bimbingan kelas Jaminan Uang Kembali jika tidak lulus. Selain itu Bimbel Adzkia STAN juga sangat bertanggung jawab karena jika seandainya siswa belajarnya tidak lulus, maka tahun selanjutnya siswa tersebut akan dibimbing lagi.

ADZKIA MEMOTIVASI SMA St Thomas 3 Medan.

ADZKIA MEMOTIVASI SMA St Thomas 3 Medan.

Hari Rabu, tanggal 07 Maret 2018 pukul 07.30 tim Adzkia sudah standby utk kembali roadshow ke SMA di kota Medan guna menularkan semangat untuk meraih kesuksesan dan menjadi inspirator bagi para pelajar di kota ini.

Dan Sekolah yg beruntung itu adalah SMA St Thomas 3 Medan.
Yang mana sekolah tersebut adalah salah satu SMA favorit di kota Medan.
Pada kesempatan kali ini, sekolah ini berkesempatan utk di edukasi dan mendapatkan pencerahan dari motivator yg sudah sangat berpengalaman mensukseskan banyak pelajar untuk lulus ke sekolah kedinasan termasuk STAN, STIS, Akpol, IPDN dan sekolah kedinasan lainnya.

Beruntung sekali Adzkia bisa menghadirkan beliau untuk memotivasi siswa dan siswi di SMA St Thomas 3, dia adalah sosok yang akrab dipanggil Bang Harry.

Adapun tim Adzkia yg turut serta menjadi inspirasi kali ini adalah bang Irman, Bang Sopyan dan Bang madi.

Kedatangan para tim disambut dengan penuh kehangatan.
Acara pun berlangsung menyenangkan. Terlihat dari raut wajah para siswa dan siswi yang tampak senang dan bersemangat.

Acara sendiri ditutup dengan doa oleh salah seorang guru di SMA ini.

Adzkia Edukasi Ribuan Pelajar se-Kabupaten Asahan

Adzkia Edukasi Ribuan Pelajar se-Kabupaten Asahan

Luar Biasa 1.329 lebih siswa se Kabupaten Asahan mengikuti Seminar Meraih Masa Depan Cemerlang.

Hari minggu (04/03) ribuan pelajar se Kabupaten Asahan mengikuti seminar yang diselenggarakan di Hotel Sabty Garden Kisaran. Acara ini merupakan rangkaian acara seminar dan try out pengenalan soal USM PKN STAN dengan tujuan memberikan informasi teraktual tentang PKN STAN atau Politeknik Keuangan Negara STAN.

PKN STAN adalah salah satu sekolah kedinasan dimana semua alumninya diangkat menjadi PNS di Kementrian Keuangan dan kementrian lain nya. Demikian ungkap Rusmin S.Pd. selaku koordinator acara.

Acara ini diawali dengan acara seminar setelah seluruh peserta dibakar semangatnya oleh moderator. Seminar dengan dengan tajuk Meraih Masa Depan Cemerlang dengan Kuliah di PKN STAN ini dibawakan oleh Pembicara Nasional yang langsung diundang oleh panitia yaitu Muhammad Ramli S.T.,M.Si.,Ch.,Cht.,LMNLP.,CHA.,CBHA.

Muhammad Ramli mengungkapkan bahwa sekarang ini banyak sekali pengangguran tingkat sarjana bahkan sekarang ini pilot juga banyak menganggur. Oleh karena nya, pelajar zaman sekarang harusnya mengetahui informasi ini agar para pelajar ini dapat menerapkan strategi terbaik setelah tamat dari SLTA.

Ribuan pelajar ini merupakan pelajar kelas 11 dan sebagian kelas 12 dan ada yang berasal dari Kabupaten Batubara. Inilah gambaran betapa pentingnya kehadiran seminar yang diadakan oleh Bimbel Adzkia STAN ini bagi ribuan pelajar ini. Ungkap Suryono S.Pdi selaku asisten ahli Bimbel Adzkia STAN cabang Kota Kisaran.

Muhammad Ramli juga menyatakan bahwa solusi terbaik agar tidak terjebak menjadi pengangguran adalah salah satunya dengan berkuliah di PKN STAN agar tidak perlu mengganggur setelah tamat kuliah.

Kami kini telah hadir di Kota Kisaran tepatnya di Jalan Ahmad Yani di Komplek Graha Asahan Indah. Bimbel Adzkia STAN merupakan bimbel terbaik dan terbesar di Indonesia dengan ribuan alumni nya telah lulus di PKN STAN dan menjadi PNS. Kami juga merupakan bimbel paling bertanggung jawab karena jika seandainya ada yang belum lulus, maka bimbel Adzkia STAN kembali akan membimbing siswa tersebut. Demikian jelas Hariyanto S.E.,S.Pd.,M.Si. selaku koordinator Bimbel Adzkia STAN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Diakhir acara ini, ribuan pelajar ini diujih latih dengan soal soal pengenalan soal USM PKN STAN. Hal ini agar semua siswa terbiasa dengan soal USM PKN STAN dan pada akhirnya mereka percaya diri mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN nantinya.

Adzkia edukasi SMAN 11 Medan

Adzkia edukasi SMAN 11 Medan

Hari Sabtu 03 Maret 2018. Adzkia kembali hadir ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi dan memotivasi para pelajar SMA di kota Medan.

Para pelajar yang beruntung mendapatkan edukasi dan pencerahan dari tim Adzkia ialah seluruh siswa kelas sebelas di SMAN 11 Medan.

Tampak wajah wajah penuh semangat dan optimisme yg tinggi terpancar dari seluruh pelajar yg telah mendapatkan motivasi dari team Adzkia yg kali ini beranggotakan Fida, Irman, Sardi, Sopyan dan Madi.

Ucapan terimakasih yg tiada terhingga juga meluncur deras dari adik-adik pelajar di SMA ini karena mereka merasa sangat beruntung mendapatkan info dan motivasi yg sangat berharga dari team adzkia.

Adzkia Menginspirasi SMA Budi Murni 1 Medan.

Adzkia Menginspirasi SMA Budi Murni 1 Medan.

Hari ini Kamis 1 maret 2018 pukul 09.00 WIB. Tim adzkia yang beranggotakan bang sopyan, bang irman dan bang madi kembali menginspirasi para pelajar di kota Medan.

Dan sekolah yg beruntung itu adalah SMA Budi Murni 1 Medan yang terletak di inti kota Medan.
Pada kesempatan kali ini, tim Adzkia tidak hanya mengedukasi para siswa kelas 11, melainkan juga berkesempatan untuk mengedukasi para siswa kelas 10.

Adik-adik kelas 10 terlihat sangat antusias mendengarkan berbagai macam informasi yang disampaikan oleh tim Adzkia untuk membantu mengarahkan mereka tentang bagaimana cara mewujudkan impian agar menjadi orang yang sukses di masa depan.

Adzkia Kunjungi Siswa SMAN 1 Labuhan Deli

Adzkia Kunjungi Siswa SMAN 1 Labuhan Deli

Hari ini Jumat 23 Februari 2018 pukul 09.00 WIB. Tim Bimbel ADZKIA STAN hadir di SMAN 1 Labuhan Deli untuk memantapkan tekad siswa-siswi menyongsong masa depan mereka.

Kedatangan tim Adzkia disambut dengan penuh kehangatan oleh pihak sekolah.

Salah seorang Guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah menitipkan sebuah pesan kepada tim Adzkia. Beliau berpesan agar tim Adzkia bisa membantu menyemangati serta membuka wawasan siswa-siswi di SMAN 1 Labuhan Deli untuk dapat meraih mimpi dan cita-cita di masa depan.

Para pelajar terlihat bersemangat setelah mendapatkan edukasi dari tim Adzkia tentang bagaimana meraih mimpi dan sukses meraih masa depan yang gemilang. Bahkan para pelajarpun mengaku termotivasi dan semangat belajarnya menjadi meningkat.

Adzkia Mengedukasi Siswa SMAN 8 Medan

Adzkia Mengedukasi Siswa SMAN 8 Medan

Hari ini Sabtu 24 Februari 2018 pukul 07.30. Siswa-siswi SMAN 8 Medan mendapatkan motivasi dan inspirasi dari Tim Bimbel ADZKIA STAN di SMAN 1 Medan.

Kedatangan tim Adzkia ini disambut dengan penuh kehangatan oleh pihak sekolah.

Para pelajarpun mengaku termotivasi dan meningkat semangat belajarnya setelah mendapatkan edukasi dari tim Adzkia tentang bagaimana meraih mimpi dan sukses meraih masa depan gemilang.

Setelah dari SMAN 8 tim langsung buru-buru beranjak karena ada ratusan pelajar SMA 18 Medan yang sedang menunggu untuk mendapatkan pencerahan dari tim Adzkia hari ini.

Di Usiaku Yang Tak Lagi Muda

Di Usiaku Yang Tak Lagi Muda

Tepat 9 juli bimbel Adzkia berulang tahun yang ke 27, usia yang sudah cukup dewasa, sejak kelahirannya di kota Padang, namun untuk Adzkia di Medan 11 juli ini ia memasuki usia 14 tahun sejak kelahirannya di 2003, tentunya usia remaja adalah usia yang sangat indah bagi Adzkia.

Banyak kisah indah dan membahagiakan khususnya bersama para murid-murid yang sudah sukses kuliah di kampus PKN STAN dan Sekolah Kedinasan lainnya.

Sampai saat ini puluhan ribu alumni Adzkia yang sudah tersebar di PTN terbaik dan hampir 3000 siswa Adzkia sedang menjadi Mahasiswa PKN STAN juga sudah menjadi PNS di Kementerian Keuangan.

Senang melihat kesuksesan mereka, khususnya kedua orang tua tercinta, yang anaknya bisa meringankan beban orangtuanya dengan menjadi pegawai di kementerian keuangan RI.

Tidak itu saja, bahkan para alumni Adzkia yang kami banggakan juga banyak membantu adik-adik kelasnya untuk bisa juga masuk ke PKN STAN seperti mereka.

Bahkan tidak sedikit alumni Adzkia mendirikan bimbel STAN sebagai sarana kepedulian mereka mengantarkan adik-adiknya masuk ke kampus STAN.

Berbekal pengalaman dan gemblengan saat mereka bimbel di Adzkia, kemudian mereka tularkan ke adik-adik kelasnya untuk bisa juga sukses masuk ke kampus STAN.

Sebut saja seperti Alumni Adzkia, Riandi Infinity Ahmad dengan bimbel Infinitynya, Makhrojal Muhammad Nasution dengan Bimbel Science Society.

Mereka ini adalah alumni-alumni Adzkia yang kreatif dan sudah merasakan gemblengan, pendidikan dan pelatihan di kampus Adzkia, kami bangga dengan siswa-siswa kami semua.

Sebagai pelopor bimbel STAN Pertama di Indonesia, Adzkia juga membuka dan terus mengedukasi para teman-teman pengelola bimbel STAN yang ingin memajukan anak-anak bangsa.

Karena itu Adzkia selalu membuka diri dan memberi masukan kepada siapa saja untuk sama-sama belajar dan bertumbuh.

Seperti kemarin saat Adzkia kedatangan Bang Andika CEO Ens Bimbel STAN beberapa bulan lalu ke kampus Adzkia untuk bersilaturrahmi dan berdiskusi bagaimana menggembleng dan mendidik para siswa agar bisa menghadapi persaingan menghadapi UMS PKN STAN yang semakin ketat.

Ens adalah bimbel STAN yang didirikan oleh Bang Wahyu, putra asli daerah Sumut yang juga sempat merasakan latihan-latihan Try Out STAN dari Bimbel Adzkia.

Dan masih banyak lagi bimbel-bimbel STAN di Indonesia yang didirikan oleh alumni-alumni Adzkia, kami bangga dan bersyukur, karena semakin banyak orang-orang yang peduli, untuk membantu adik-adik kami, masuk ke PKN STAN.

Masih banyak lagi kisah sukses alumni-alumni Adzkia lainnya, yang saat ini sudah menjadi PNS di KEMENKEU, KEMENKUMHAM, KEMENDAGRI, BPK, BPKP, KPK, KEMENLU, SEKNEG, BPN, dan BUMN bergengsi lainnya.

Pada kesempatan hari jadi kami ke 27 tahun ini kami ucapakan selamat kepada seluruh alumni Adzkia, semoga Tuhan memberikan keberkahan dan kesuksesan bagi Anda semua.

Amiin.

Di hadapan 700-an Siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Bimbel Adzkia STAN Sebar Virus Motivasi

Di hadapan 700-an Siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Bimbel Adzkia STAN Sebar Virus Motivasi

“Kata Valentino Dinsi, siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai masa depan.

Itu adalah kalimat pembuka dari Bapak Hariyanto, SE., S. Pd., selaku tentor di Bimbel Adzkia STAN, yang saat itu bertindak sebagai pemateri dalam acara sosialisasi motivasi bertajuk, Kenapa Harus Kuliah di STAN?

Kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memberikan informasi sekaligus motivasi kepada 700-an siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Jumat, 23/09, di halaman utama sekolah tersebut.

Lagi-lagi, kita ingin memberikan informasi ke sebanyak-banyak siswa tentang PKN STAN ini. Tujuannya, agar para siswa paham bahwa ada perguruan tinggi kedinasan yang secara waktu sangat singkat dan ketika tamat kuliah maka langsung diangkat menjadi PNS di Kementerian Keuangan, itulah PKN STAN. Jelas Andriya, SE., sebagai kordinator acara.

Kegiatan berdurasi 30-45 menit ini hanya bagian dari rangkaian apel pagi di SMKN 1 Percut Sei Tuan, sehingga siswa kelas X dan XI juga dapat mendengarkan dengan baik materi terkait PKN STAN.

Para pengangguran terdidik saat ini jumlahnya makin meningkat. Mereka adalah para sarjana yang tidak memiliki pekerjaan secara formal. Untuk itulah, ketika Anda tamat dari sekolah ini, PKN STAN dapat menjadi salah satu alternatif pilihan sebagai lanjutan dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tambah Hariyanto, SE., S.Pd, di sela-sela penyampaian materinya.

Di sesi akhir acara, para siswa diperbolehkan mengambil brosur informasi Adzkia STAN untuk dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai cara sukses untuk lulus di PKN STAN nanti.

Adzkia STAN adalah bimbingan belajar pertama di Indonesia yang khusus membimbing para siswa untuk lulus ke PKN STAN. Tercatat hingga saat ini, sudah ada 2.300-an siswa alumni Adzkia yang lulus di PKN STAN. Untuk itu, kami persilahkan Anda semua untuk membaca info lengkapnya di brosur yang akan kami bagikan setelah acara ini, tambah Hariyanto, SE., S. Pd., sebagai penutup acara sosialisasi tersebut.

Saatnya Kita Berperang

Saatnya Kita Berperang

Masih ingat dengan Pak Guru Dasrul ?

Iya, beliau adalah guru SMKN 2 Makassar yang tempo waktu dipukul oleh Adnan Ahmad, orangtua dari Alif Syahdan, siswa kelas 2 jurusan Gambar. Kejadian ini bermula ketika Adnan tidak terima bahwa anaknya ditampar oleh Pak Guru Dasrul karena tidak mengerjakan tugas PR-nya. Pak Guru Dasrul juga tidak menampik bahwa ia telah menampar Alif Syahdan karena tidak mengerjakan PR kemudian mengumpat dengan kata-kata kasar.

Akibat aduan anaknya itu, Adnan sontak menjadi emosi. Ia lagsung mendatangi sekolah, Rabu (10/8) lalu, kemudian masuk ke kelas dan memukuli Dasrul. Bahkan dari katanya, Alif Syahdan juga ikut-ikutan memukuli Pak Guru Dasrul. Aksi brutal itu berhenti setelah Dasrul dilarikan siswa dan guru ke luar ruangan.

Setelah kejadian tersebut, kini Pak Guru Dasrul harus dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang hidung.

Dari kejadian ini, saya tidak ingin mengajak kita untuk gegabah. Ikut pula menghakimi Adnan Ahmad sebagai orang tua. Tidak pula membela Pak Guru Dasrul karena sebagai korban. Dua hal yang sebenarnya harus saling mengoreksi diri. Baik itu guru, terlebih para orang tua yang tidak boleh serta-merta reaktif berlebihan karena aduan anak, yang seharusnya diseleksi terlebih dahulu.

Sekolah sebagai tempat menimba ilmu sudah sepantasnya jauh dari segala macam kekerasan. Mulai dari kekerasan psikis, apalagi kekerasan fisik. Tidak boleh sama sekali. Warga sekolah, seperti kepala sekolah, pegawai, guru, murid hingga orangtua murid harusnya memiliki misi dan visi yang seiring untuk memajukan dunia pendidikan secara bersama-sama.

Memang, ketika berbicara tentang emosi, sulit bagi kita berpikir wajar. Layaknya orang normal. Ketika emosi segala hal seolah halal. Logika menjadi tidur. Tidak berfungsi sama sekali. Disinilah pentingnya pengendalian diri bahwa emosi (seperti amarah, dendam dan kebencian) akan selalu menyisakan penyesalan di akhir kejadian.

Dari kejadian ini, saya menyaksikan bahwa lain dulu, lain pula sekarang. Kalau dulu, masa-masa sekolah dulu. Ketika saya menerima hukuman fisik dari guru. Entah itu dicubit, dijewer, dimarahi atau dipukul. Istilah lainnya, disetrap! Seperti harus hormat ke arah bendera selama berjam-jam, dijemur di bawah terik matahari, membersihkan toilet, menghitung anak tangga, mengumpulkan sampah, menyapu halaman atau ‘diusir’ keluar kelas hingga tidak boleh mengikuti pelajaran untuk beberapa waktu. Bagi saya, ini kejadian yang memalukan sekaligus menakutkan. Malu karena disaksikan oleh banyak teman-teman. Bahkan takut agar orangtua jangan sampai mengetahui kalau saya dihukum oleh bapak/ibu guru.

Mengapa demikian? Pasalnya, kalau saya melapor atau ketahuan orangtua bahwa saya dihukum oleh guru karena berbagai kesalahan, yang saya terima bukanlah pembelaan atau pun rasa kasihan. Sebaliknya, orangtua saya malah makin berang bukan main. Marahnya malah bertambah-tambah. Saya makin dihukum. Itu bedanya. Jangan sampai orangtua saya tahu kalau saya dihukum.

“Buat malu saja. Mau jadi anak preman? Hah?!” Begitu kata ayah saya.

Namun kejadian sekarang beda. Kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar menunjukkan bahwa zaman sudah berbeda. Anak yang dihukum, justru malah mendapat dukungan penuh orangtua untuk menghukum balik si guru. Saya tidak tahu;  apakah dengan alasan HAM dan lain sebagainya, sehingga kini zaman sudah sangat berubah?!

Tapi yang jelas, saya dan kita harus sepakat bahwa kekerasan memang tidak boleh terjadi lagi di lingkungan sekolah. Kita harus perangi hal tersebut. Kekerasan harusnya tidak menjadi alat oleh siapapun untuk menundukkan apapun. Kekerasan bukanlah jalan satu-satunya dalam menyelesaikan masalah. Ketahuilah bahwa kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru di masa depan. Itu sebabnya, mari kita perangi kekerasan!

Kita masih punya PR besar di negera ini. Kebodohan masih merajalela, kemiskinan masih terus bertambah, bahkan tingkat korupsi dan peredaran narkoba masih berada di tingkat yang mengkhawatirkan. Sesungguhnya, inilah peperangan yang harus kita selesaikan bersama-sama.

Semoga Pak Guru Dasrul lekas sembuh !

Salam,

#Adzkia STAN is the Best

Muhammad Ramli, ST., M. Si.

CEO Bimbel Adzkia STAN Medan

Founder Revan Institute

Penulis Buku

Pokemon Go Untuk Siswa

Pokemon Go Untuk Siswa

Sejak awal diluncurkannya, permainan realitas yang dimainkan dalam telepon seluler pintar ini, banyak menuai pro dan kontra. Apalagi Indonesia yang belakang baru-baru ini rilis dan resmi diedarkan. Siapapun kini dapat memainkannya. Meski beberapa intansi juga melarang permainan ini dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan keamanan hingga produktivitas.

Karena game ini memberikan kombinasi antara dunia virtual dan dunia nyata. Pemainnya dapat pergi ke suatu lokasi di dunia nyata, untuk menangkap pokemon yang muncul dalam game tersebut. Tidak hanya itu, pemain dapat bertempur melawan Pokemon lain, mengungkap berbagai jenis item termasuk Poke Balls dan telur di PokeStops, serta menetas dan melatih Pokemon baru.

Hal lain yang membuat Pokemon Go begitu diminati tentu saja para pengguna harus berjalan mengikuti petunjuk yang ada di ponsel. Jadi, dibutuhkan usaha alias kemauan untuk bergerak! Meski kemudian yang juga patut diperhatikan dalam permainan adalah kita tetap harus waspada terhadap lingkungan sekitar. Saat mencari Pokemon, seseorang dapat terlalu fokus terhadap ponsel sehingga tidak memerhatikan kendaraan atau bahaya lain di depan mata.

Jadi, tanpa disadari, kombinasi antara hiburan, tindakan nyata dan tantangan sesungguhnya membuat seseorang lebih antusias melakukan suatu hal. Inilah yang ada pada game Pokemon Go. Saya tidak bisa bayangkan, apa yang terjadi jika ketiga kombinasi ini digunakan siswa dalam proses belajar-mengajar.

Ketika Anda (seorang siswa) tidak bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi, bisa jadi Anda tidak memiliki ketiga kombinasi ini; hiburan, tindakan nyata dan tantangan! Sesungguhnya inilah hikmah terdalam yang dapat dipetik dari hebohnya Pokemon Go tersebut.

HIBURAN, gendangnya bisa dua. Anda kurang hiburan atau terlalu banyak hiburan. Kurang hiburan bisa membuat proses belajar menjadi sangat menjenuhkan. Ketika jenuh tentu saja siapapun akan tampak sangat loyo dan tidak bersemangat. Begitu juga dengan terlalu banyak hiburan. Anda akan masuk dalam kondisi yang sangat nyaman (comfort zone). Semua serba ada, semua serba bisa.

Resepnya, begitu Anda merasa sangat jenuh maka carilah hiburan sederhana dalam rangka meregangkan tubuh dan pikiran Anda. Ambillah aktivitas yang berbeda dari biasanya. Tinggalkan sesaat rutinitas yang menjenuhkan itu. Ambil kegiatan baru yang positif dalam rangka membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Namun ketika Anda sudah merasa bahwa hiburan terlalu lama dan banyak. Segeralah tinggalkan! Temukan tantangan baru yang lebih menuntut Anda masuk dalam aktivitas nyata.

AKTIVITAS NYATA, tidak bisa dipungkiri bahwa ketika Anda belajar sering bertanya-tanya dalam hati bahwa apakah semua materi pelajaran yang seabreg ini bakal digunakan atau bermanfaatkan di dunia kerja? Bisakah dipakai untuk mencari uang? Pertanyaan yang sederhana namun sangat mendasar.

Ada baiknya, agar proses belajar dapat terus menggairahkan tidak ada salahnya Anda bertanya kepada guru tentang aplikasi materi terhadap kehidupan sehari-hari. Semakin Anda berhasil menemukan korelasinya maka semakin baik. Hal ini akan membantu Anda lebih memahami materi tersebut secara lebih permanen.

TANTANGAN, kalau belajar tidak menyenangkan. Mungkin, Anda kurang tantangan. Niatkan dalam hati untuk memiliki motto, “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin!” artinya, kalau hari ini hanya dua mata pelajaran yang dapat nilai 10, misalnya. Maka pacu semaksimal mungkin diri Anda untuk meraih nilai terbaik di sebanyak mata pelajaran yang ada.

Ketika tahun ini hanya mampu meraih rangking 5 besar di dalam kelas. Maka berjanjilah kepada diri sendiri untuk melampaui batasan dirimu dengan menggapai prestasi 3 besar di sekolah. Tantangan terbaik sejatinya adalah prestasi tiada henti. Itu sebabnya, ketiga kombinasi yang ada dalam game Pokemon Go dapat Anda adaptasi dalam rangka meningkatkan prestasi belajar.

Jadi, main Pokemon Go tetap harus ingat waktu dan selalu waspada, ya!

Salam,
#Adzkia STAN is the Best

Muhammad Ramli, ST., M. Si
CEO Bimbel Adzkia STAN Medan
Founder Revan Institute
Penulis Buku

Jadilah Pelajar Yang Merdeka

Jadilah Pelajar Yang Merdeka

Kini, sudah 71 tahun Indonesia merdeka. Lepas dari belenggu penjajah. Kita tidak lagi hidup di era peperangan. Dimana penindasan secara massal dan masif terjadi. Kemerdekaan sudah selesai kita perjuangkan. Tidak ada lagi yang berhak merampas ibu pertiwi dari tangan anak bangsa. Kita hidup dimana zaman sudah bebas. Bebas menentukan nasibnya sendiri. Bebas tidak lagi terkungkung oleh campur tangan bangsa lain.

Tapi, apakah betul kita sudah merdeka secara arti yang sesungguhnya?

Apakah benar bahwa kita sudah terlepas dari kungkungan negara lain?

Apakah kita sudah bebas menentukan nasib sendiri tanpa intervensi bangsa lain?

Tentu saja setiap kita punya hak menjawabnya. Terkhusus pelajar, ketika kini kamu menjadi pelajar, apakah kamu sudah benar-benar merdeka? Merdeka dari kebodohon? Merdeka dari tindakan anarkis seperti tawuran, narkoba atau pergaulan bebas?

Lantas, seperti apa pelajar yang merdeka itu?

Setelah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, Bung Karno dan Hatta selalu merindukan agar bangsa ini dan aset negara ini dikelola oleh anak bangsa sendiri. Sebagaimana tulisan Mustika Rachel 12 dalam laman situs pribadinya, www. Mustikarachel12.damai.id, menjelaskan bahwa Bapak bangsa ini berharap sekembalinya, para pemuda-pemudi ini bisa membangun negeri dan mengajarkan kepada anak bangsa lainnya. Sehingga, bangsa Indonesia menjadi makmur, kuat, dan tidak tergantung oleh bangsa lain.

Namun, fakta menunjukkan di bidang sains dan ilmu pengetahuan, Indonesia masih kalah dibanding negara lain. Meski usia negeri ini sudah 71 tahun.

Berdasarkan laporan www.scimagojr.com, situs olahan pemeringkatan publikasi ilmiah, pada tahun 2014 Indonesia berada di peringkat ke-57 (32.355) kalah jauh dibanding negara sesama ASEAN seperti Singapura di peringkat 32 (192.942), Malaysia di peringkat 36 (153.378) dan Thailand dengan jumlah publikasi 109.832 dan menempati peringkat 43.

Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan asal Indonesia yang menjadi peneliti di Jepang, menilai dunia penelitian di dalam negeri masih belum merdeka. Peneliti Indonesia belum bebas berekspresi dan masih minim dari perhatian.

Setidaknya, ciri-ciri pelajar yang merdeka itu adalah:

a.    Belajar Sungguh-sungguh

Ciri ini menjadi vital karena tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Meraih prestai yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia sudah sepatutnya menjadi cita-cita setiap pelajar Indonesia.

Prestasi yang gemilang bukan didapat dari aktivitas yang main-main. Justru diraih dengan kerja keras, disiplin tinggi dan konsisten. Tidak ada hasil yang baik jika dikerjakan dengan sekedarnya. Termasuk juga belajar. Maka, ciri pertama pelajar yang merdeka adalah memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

b.    Cinta akan Khasanah Budaya Indonesia

Pelajar yang merdeka dibuktikan dengan kecintaannya terhadap budaya dan tradisi bangsanya. Tidak kemudian menjadikan tradisi dan budaya bangsa lain yang lebih dibangga-banggakan. Bukankah tidak sedikit para pelajar kita yang cenderung mencintai budaya negara lain ketimbang budaya negaranya sendiri?

Secara lisan, banyak diantara pelajar kita yang mantab menjawab bahwa budaya bangsanya jauh lebih dicintai ketimbang budaya bangsa lain. Namun secara praktik, jauh panggang dari api.

Betapa tidak, para remaja kita yang lebih tertarik dengan tarian barat ketimbang tarian daerah kita sendiri, lebih tertarik berbusana negara barat ketimbang berbusana adat bangsa sendiri, lebih suka makanan luar negeri ketimbang makanan asal daerah di negara sendiri, dsb.

Saat ini kita tidak sedang berperang secara terang-terangan, angkat senjata, melawan negara lain. Tapi perang budaya dengan negara lain sepertinya masih saja terus berlangsung. Untuk itu, ciri pelajar yang merdeka berikutnya adalah mereka yang benar-benar mencintai khasanah budaya bangsa sendiri. Baik paham secara teori, terlebih lagi memaksimalkannya secara praktik.

c.    Bebas dari Perbudakan Hawa Nafsu

Tentu saja hawa nafsu yang dimaksud adalah sesuatu yang menyesatkan. Pelajar yang merdeka tentunya harus merdeka dari kebodohan, tawuran, pergaulan bebas dan narkoba. Pelajar yang merdeka tidak melulu mengikuti nafsu yang membuat dirinya tidak produktif.

Padahal, kita ketahui, bahwa pelajar adalah aset masa depan negara yang harus tumbuh dan berkembang menjadi insan-insan yang berkualitas.

Lantas, seperti apa pelajar yang merdeka itu menurut kamu? Beri jawabannya di kolom komentar, ya. ^_^