Kesempatan Kuliah Ke Jerman

Kesempatan Kuliah Ke Jerman

Alhamdulillah hari ini bimbel STAN Adzkia mendapat kunjungan 3 pimpinan Exzellenz institut dari Jakarta, yaitu :

H.R. Agoeng H Wibowo. Dipl.-Ing.M.Sc.ME
President Exzellenz Institut
(Alumni Jerman)

H. Syahril Muhammad Nurdin Dipl.-Ing
CEO Exzellenz Institut
(Alumni Jerman)

Faisal Reza Bilal
Executif Director Exzellenz Institut
(Alumni Prancis)

Untuk memberikan kesempatan kepada seluruh siswa-siswa Adzkia yang ingin kuliah S1 di Jerman, Turki dan Prancis.

Mereka akan menfasilitasi terwujudnya cita-cita siswa untuk menempuh pendidikan di Kampus-kampus terbaik di Eropa.

Semoga kerjasama yang akan dibangun bisa bermanfaat bagi siswa-siswa SMU di seluruh Sumatera Utara, khususnya siswa-siswa Adzkia.

Terima kasih atas kunjungan bapak-bapak semua.

USM PKN STAN 2017 TELAH DIBUKA

USM PKN STAN 2017 TELAH DIBUKA

KABAR GEMBIRA !!!

Adik-adik sekalian, para siswa Bimbel Adzkia STAN! Pada kesempatan kali ini, izinkan kami mengabarkan kabar gembira perihal USM PKN STAN 2017 kepada adik-adik sekalian.

Kabar gembira yang pertama, bahwa informasi pendaftaran USM PKN STAN 2017 sudah resmi diumumkan oleh PKN STAN. Hal ini berdasarkan informasi yang tertuang di dalam laman situs: http://pknstan.ac.id/home/pengumuman-pmb-pkn-stan-2017.html

Adik-adik sekalian dapat mengunduh informasi secara lengkap pada link yang tertera di laman situs tersebut.

Kabar gembira yang kedua, karena USM PKN STAN 2017 telah resmi diumumkan, ini pertanda baik bahwa ujian saringan masuk PKN STAN 2017 memang sudah di depan mata. Sehingga adik-adik sekalian harus segera mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Kabar gembira yang ketiga, pelaksanaan bimbingan belajar PROGRAM INTENSIF oleh Bimbel Adzkia STAN akan segera dimulai secepat-cepatnya. Setidaknya di Bulan Maret 2017 ini.

Untuk itu, adik-adik patut bergembira sebab pelaksanaan bimbingan intensif akan kita selenggarakan di daerah adik-adik sekalian. Artinya, adik-adik yang berasal dari LUAR MEDAN, tidak perlu lagi datang ke Medan untuk mengikuti program bimbingan belajar. Adik-adik juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya dalam jumlah banyak untuk biaya kos, transportasi, makan dan kebutuhan lainnya. Bimbel Adzkia STAN siap melayani adik-adik di daerah masing-masing.

Semoga dengan informasi menggembirakan ini, adik-adik dapat lebih matang mempersiapkan diri bersama Bimbel Adzkia STAN Medan.

Salam Sukses Tiada Henti,
BIMBEL ADZKIA STAN
Segera hubungi perwakilan bimbel adzkia STAN di kota anda.

Info Lengkap, DOWNLOAD DISINI!

Di hadapan 700-an Siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Bimbel Adzkia STAN Sebar Virus Motivasi

Di hadapan 700-an Siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Bimbel Adzkia STAN Sebar Virus Motivasi

“Kata Valentino Dinsi, siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai masa depan.

Itu adalah kalimat pembuka dari Bapak Hariyanto, SE., S. Pd., selaku tentor di Bimbel Adzkia STAN, yang saat itu bertindak sebagai pemateri dalam acara sosialisasi motivasi bertajuk, Kenapa Harus Kuliah di STAN?

Kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memberikan informasi sekaligus motivasi kepada 700-an siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan, Jumat, 23/09, di halaman utama sekolah tersebut.

Lagi-lagi, kita ingin memberikan informasi ke sebanyak-banyak siswa tentang PKN STAN ini. Tujuannya, agar para siswa paham bahwa ada perguruan tinggi kedinasan yang secara waktu sangat singkat dan ketika tamat kuliah maka langsung diangkat menjadi PNS di Kementerian Keuangan, itulah PKN STAN. Jelas Andriya, SE., sebagai kordinator acara.

Kegiatan berdurasi 30-45 menit ini hanya bagian dari rangkaian apel pagi di SMKN 1 Percut Sei Tuan, sehingga siswa kelas X dan XI juga dapat mendengarkan dengan baik materi terkait PKN STAN.

Para pengangguran terdidik saat ini jumlahnya makin meningkat. Mereka adalah para sarjana yang tidak memiliki pekerjaan secara formal. Untuk itulah, ketika Anda tamat dari sekolah ini, PKN STAN dapat menjadi salah satu alternatif pilihan sebagai lanjutan dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tambah Hariyanto, SE., S.Pd, di sela-sela penyampaian materinya.

Di sesi akhir acara, para siswa diperbolehkan mengambil brosur informasi Adzkia STAN untuk dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai cara sukses untuk lulus di PKN STAN nanti.

Adzkia STAN adalah bimbingan belajar pertama di Indonesia yang khusus membimbing para siswa untuk lulus ke PKN STAN. Tercatat hingga saat ini, sudah ada 2.300-an siswa alumni Adzkia yang lulus di PKN STAN. Untuk itu, kami persilahkan Anda semua untuk membaca info lengkapnya di brosur yang akan kami bagikan setelah acara ini, tambah Hariyanto, SE., S. Pd., sebagai penutup acara sosialisasi tersebut.

Saatnya Kita Berperang

Saatnya Kita Berperang

Masih ingat dengan Pak Guru Dasrul ?

Iya, beliau adalah guru SMKN 2 Makassar yang tempo waktu dipukul oleh Adnan Ahmad, orangtua dari Alif Syahdan, siswa kelas 2 jurusan Gambar. Kejadian ini bermula ketika Adnan tidak terima bahwa anaknya ditampar oleh Pak Guru Dasrul karena tidak mengerjakan tugas PR-nya. Pak Guru Dasrul juga tidak menampik bahwa ia telah menampar Alif Syahdan karena tidak mengerjakan PR kemudian mengumpat dengan kata-kata kasar.

Akibat aduan anaknya itu, Adnan sontak menjadi emosi. Ia lagsung mendatangi sekolah, Rabu (10/8) lalu, kemudian masuk ke kelas dan memukuli Dasrul. Bahkan dari katanya, Alif Syahdan juga ikut-ikutan memukuli Pak Guru Dasrul. Aksi brutal itu berhenti setelah Dasrul dilarikan siswa dan guru ke luar ruangan.

Setelah kejadian tersebut, kini Pak Guru Dasrul harus dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang hidung.

Dari kejadian ini, saya tidak ingin mengajak kita untuk gegabah. Ikut pula menghakimi Adnan Ahmad sebagai orang tua. Tidak pula membela Pak Guru Dasrul karena sebagai korban. Dua hal yang sebenarnya harus saling mengoreksi diri. Baik itu guru, terlebih para orang tua yang tidak boleh serta-merta reaktif berlebihan karena aduan anak, yang seharusnya diseleksi terlebih dahulu.

Sekolah sebagai tempat menimba ilmu sudah sepantasnya jauh dari segala macam kekerasan. Mulai dari kekerasan psikis, apalagi kekerasan fisik. Tidak boleh sama sekali. Warga sekolah, seperti kepala sekolah, pegawai, guru, murid hingga orangtua murid harusnya memiliki misi dan visi yang seiring untuk memajukan dunia pendidikan secara bersama-sama.

Memang, ketika berbicara tentang emosi, sulit bagi kita berpikir wajar. Layaknya orang normal. Ketika emosi segala hal seolah halal. Logika menjadi tidur. Tidak berfungsi sama sekali. Disinilah pentingnya pengendalian diri bahwa emosi (seperti amarah, dendam dan kebencian) akan selalu menyisakan penyesalan di akhir kejadian.

Dari kejadian ini, saya menyaksikan bahwa lain dulu, lain pula sekarang. Kalau dulu, masa-masa sekolah dulu. Ketika saya menerima hukuman fisik dari guru. Entah itu dicubit, dijewer, dimarahi atau dipukul. Istilah lainnya, disetrap! Seperti harus hormat ke arah bendera selama berjam-jam, dijemur di bawah terik matahari, membersihkan toilet, menghitung anak tangga, mengumpulkan sampah, menyapu halaman atau ‘diusir’ keluar kelas hingga tidak boleh mengikuti pelajaran untuk beberapa waktu. Bagi saya, ini kejadian yang memalukan sekaligus menakutkan. Malu karena disaksikan oleh banyak teman-teman. Bahkan takut agar orangtua jangan sampai mengetahui kalau saya dihukum oleh bapak/ibu guru.

Mengapa demikian? Pasalnya, kalau saya melapor atau ketahuan orangtua bahwa saya dihukum oleh guru karena berbagai kesalahan, yang saya terima bukanlah pembelaan atau pun rasa kasihan. Sebaliknya, orangtua saya malah makin berang bukan main. Marahnya malah bertambah-tambah. Saya makin dihukum. Itu bedanya. Jangan sampai orangtua saya tahu kalau saya dihukum.

“Buat malu saja. Mau jadi anak preman? Hah?!” Begitu kata ayah saya.

Namun kejadian sekarang beda. Kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar menunjukkan bahwa zaman sudah berbeda. Anak yang dihukum, justru malah mendapat dukungan penuh orangtua untuk menghukum balik si guru. Saya tidak tahu;  apakah dengan alasan HAM dan lain sebagainya, sehingga kini zaman sudah sangat berubah?!

Tapi yang jelas, saya dan kita harus sepakat bahwa kekerasan memang tidak boleh terjadi lagi di lingkungan sekolah. Kita harus perangi hal tersebut. Kekerasan harusnya tidak menjadi alat oleh siapapun untuk menundukkan apapun. Kekerasan bukanlah jalan satu-satunya dalam menyelesaikan masalah. Ketahuilah bahwa kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru di masa depan. Itu sebabnya, mari kita perangi kekerasan!

Kita masih punya PR besar di negera ini. Kebodohan masih merajalela, kemiskinan masih terus bertambah, bahkan tingkat korupsi dan peredaran narkoba masih berada di tingkat yang mengkhawatirkan. Sesungguhnya, inilah peperangan yang harus kita selesaikan bersama-sama.

Semoga Pak Guru Dasrul lekas sembuh !

Salam,

#Adzkia STAN is the Best

Muhammad Ramli, ST., M. Si.

CEO Bimbel Adzkia STAN Medan

Founder Revan Institute

Penulis Buku